Pola Makan Yang Baik untuk Pengobatan Diabetes

Diabetes timbul karena pola hidup yang tidak sehat, salah satunya tidak memperhatikan asupan makanan. Banyak yang terkena diabetes tidak menyadari sebelumnya sampai mereka memeriksakan dirinya ke dokter dan positif terkena.

Lalu apakah menjadi bencana bagi para penderita diabetes. Karena mereka beranggapan makanan yang mereka makan akan berbeda dengan kebanyakan orang. Padahal, Kebutuhan nutrisi untuk pasien diabetes sebenarnya hampir sama dengan pasien non diabetes.  Tentunya asupan gizi tersebut harus dibuat berdasarkan aktivitas fisik, berat badan, usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan fisiologi pasien.

Penderita diabetes tidak cukup menghasilkan insulin sehingga mengalami kesulitan dalam mengendalikan kadar gula darah. Dimana pada akhirnya metabolisme tubuh mereka menjadi terganggu dan gula darah akan naik dengan cepat.

Namun jika telah diatur pola makannya dengan tepat, maka para penderita diabetes dapat hidup dengan sehat. Berikut pengaturan makan yang tidak membahayakan kesehatan bagi penderita diabetes.

  1. Makan protein tanpa lemak

Protein harus tetap disediakan agar komposisi tubuh tetap normal. Tentunya jumlah protein telah disesuaikan dengan pasien diabetes. Lalu apa saja makanan berprotein tapi tanpa lemak? Makanan tersebut diantaranya bisa ikan, putih telur, ayam, ataupun susu olahan.

  1. Konsumsi karbohidrat

Anda harus mengkonsumsi karbohidrat agar membantu menstabilkan kadar gula darah anda. Anda dapat menyantap biji-bijian seperti beras merah dan gandum.

  1. Rutin olahraga

Olahraga aerobic sangat cocok bagi anda penderita diabetes. Latihan tersebut dapat meningkatkan sensitifitas insulin. Sebaiknya anda mulai dengan 3-5 jam seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal.

 

  1. Makan tepat waktu

Banyak diantara kita yang membiarkan waktu makan berlalu. Alasan masih sibuk dengan pekerjaan kantor yang sering dilontarkan. Padahal anda makan tidak lebih dari 30 menit, kecuali dengan obrolan bersama teman-teman. Tentu menjadi lebih dari 30 menit. Untuk penderita diabetes usahakan untuk makan 3-4 jam sekali.

  1. Hindari gula, garam, dan makanan berlemak

Untuk penderita diabetes usahakan untuk memperbanyak rempah-rempah ketika membuat suatu masakan. Atau bisa ditambah dengna penyedap rasa. Garam bisa anda ganti dengan lada hitam, peterseli, seledri, ataupun cuka dan mustard. Hindari juga makanan yang digoreng karena dapat berefek pada diabetes anda yaitu meningkatnya kadar gula darah.

  1. Serat harus tercukupi

Anda bisa memperoleh asupan serat dari buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran. Selain membantu menurunkan kadar gula, juga dapat menjaga kadar kolesterol dalam darah.

  1. Hindari saus

Nah, bagi anda yang sering makan saus ada baiknya dihindari. Bagi para penderita diabetes tidak dianjurkan untuk makan dibarengi dengan saus, apalagi mayonase. Itu tidak baik bagi kesehatan tubuh dan akan berakibat pada diabetes anda.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat maka anda pun dapat beraktivitas dengan enak seperti kebanyakan orang.

Sumber: https://penyakit-diabetesmellitus.blogspot.co.id/2016/02/penderita-diabetes-harus-menerapkan.html

Setiap Orang Punya Gen Diabetes, Cegah dengan Hindari Kegemukan!

Kegemukan sering disebut-sebut sebagai faktor risiko dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun menurut dokter, kondisi ini juga bisa memicu penyakit kronis lain seperti diabetes lho.

Ya, dokter penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Dante S. Herbuwono, SpPD-KEMD, PhD, bahkan menyebutkan jika setiap manusia pada dasarnya memiliki gen dengan diabetes. Menurutnya, gen diabetes bersifat multigenom dan membutuhkan interaksi dengan gen lain, sehingga setiap orang punya risiko untuk terkena penyakit tersebut.

“Tidak ada orang Indonesia yang bebas dari gen diabetes. Semua dari kita punya risiko diabetes, jadi harus start dari diri sendiri. Inti mencegahnya adalah dengan mencegah obesitas. Tidak ada pengecualian atau kata terlambat,” pesan dr Dante, seperti ditulis Sabtu (20/12/2014).

Menurut dr Dante, lemak pada orang yang kegemukan jumlahnya lebih banyak meskipun memiliki berat badan yang sama. Insulin pada tubuh tersebut dirusak oleh sesuatu yang diproduksi lemak visceral itu sendiri.

“Alasan klasik kalau bilang tidak punya waktu. Itu memang jadi momok dan alasan paling gampang supaya tidak olahraga. Padahal kalau kita mau, investasi olahraga 1-2 jam sehari itu modal biar tidak cuci darah 3 kali seminggu nantinya,” pungkas dr Dante.

Kegemukan pada anak-anak juga memerlukan perhatian khusus. Menurut dr Dante, besarnya sel lemak saat dewasa ditentukan saat masa pertumbuhan. Jika seorang anak sudah membentuk sel lemak yang besar, maka sel lemak tersebut akan sulit mengecil saat ia dewasa kelak. Oleh sebab itu, anak berpipi tambun meskipun lucu namun lebih tinggi risikonya untuk memiliki penyakit kronis nantinya.

“Obesitas itu bukan cuma masalah orang dewasa, tapi juga anak-anak. Walaupun penyakitnya baru muncul saat dewasa,” imbuhnya.

Sumber: http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2014/12/20/080720/2783096/763/setiap-orang-punya-gen-diabetes-cegah-dengan-hindari-kegemukan

Gejala dan Tanda-tanda Diabetes Kering

Semua orang pasti mengetahui penyakit diabetes. Penyakit yang berlangsung lantaran keunggulan kandungan gula darah ini dapat menerpa siapapun. Tidak hanya orang lansia saja, anak-anak, serta beberapa orang berumur produktif juga mungkin terserang penyakit disebabkan hormon insulin ini.

Penyakit diabetes dapat dibedakan jadi 3 type, yakni diabetes kelompok 1, diabetes kelompok 2, serta diabetes gestasional. Diabêtes kelompok 1 yaitu diabetes yang berlangsung disebabkan tak ada atau rusaknya hormon insulin badan. Diabetes kelompok 2 yaitu diabetes yang berlangsung disebabkan kebalnya atau telah tak dapatnyai hormon insulin dalam menangani gula badan. Sedang diabetes gestasional yaitu diabetes yang berlangsung cuma pada wanita hamil.

Dalam diabetes ada arti diabetes kering serta diabetes basah. Dalam uraian kesempatan ini bakal dibicarakan tanda-tanda serta sinyal diabetes kering. Apa sajakah tanda-tanda serta sinyal diabetes kering itu? Untuk mengenalinya lebih jauh, simak uraian di bawah ini.

Diabetes kering yaitu suatu bagian awal dari diabetes kelompok 2. Ya, pasien diabetes yang satu ini, insulin didalam badannya telah kebal (resisten) pada gula (glukosa) darah. Dengan kata lain, insulin didalam badannya telah rusak. Mengakibatkan, gula (glukosa) yang masuk ke badannya tidak dapat lagi dikonversikan jadi gula otot (glikogen) . Dengan demikian, kandungan glukosa darahnya bakal naik mencolok dari situasi normal. Juga sebagai info, kandungan glukosa darah normal itu yaitu 150 mg/dL serta penyakit diabetes itu kandungan glukosa darahnya diatas angka itu.

Tanda-tanda serta Sinyal Diabetes Kering

Tersebut sebagian gelaja serta sinyal yang butuh diwaspadai dari diabetes kering :

Penambahan rasa lapar. Hal semacam ini berlangsung disebabkan glukosa darah yang selalu dibuang tanpa ada disalurkan ke beberapa sel badan.
Penambahan rasa haus serta biasanya buang air kecil. Hal semacam ini berlangsung disebabkan pembuangan glukosa serta air ke urin dengan cara terus-terusan tanpa ada lewat sistem penyaringan yang normal (dehidrasi) .
Mulut kering disebabkan dehidrasi.
Napas berbau buah. Hal semacam ini berlangsung disebabkan pembentukan keton (zat yang baunya mirip buah-buahan) juga sebagai hasil sistem pembakaran lemak dengan aseton juga sebagai sumber daya.
Pandangan yang kabur. Hal semacam ini berlangsung disebabkan kandungan gula darah yang tinggi yang mengubah lensa mata.
Pegal otot disebabkan dehidrasi.
Peka. Hal semacam ini lantaran fluktuasi gula darah yang bikin mood berubah-ubah.
Sakit kepala disebabkan gula darah, pandangan yang kabur, serta desakan darah tinggi.
Gatal yang juga disebabkan kandungan gula darah yang tinggi.
Berat tubuh yang turun mencolok disebabkan dehidrasi serta pembakaran lemak terus-terusan.

Sesudah mengetahui tanda-tanda serta sinyal tanda diabetes kering, jadi jika rasakan tanda-tanda serta sinyal munculnya diabetes, selekasnya periksakan kandungan gula darah, agar terlepas dari kemungkinan yang lebih kronis.

Sumber: https://obatdiabetes.co.id/berita/10-gejala-dan-tanda-tanda-diabetes-kering-yang-perlu-diwaspadai-160.php

Siapapun Dapat Terkena Penyakit Diabetes

Pernah cek kadar gula darah ? Melihat hasil cek kadar gula darah, bisa jadi sebagian Anda mungkin tak peduli saat nilai yang muncul menunjukkan kadar yang cukup tinggi. Banyak orang tak sadar dan  kurang peka bahwa sebetulnya kenaikan gula darah tersebut (seklaipun itu tak mencolok) bisa jadi itu adalah tanda awal (atau yang sering disebut dengan pre-diabetes) datangnya penyakit diabetes melitus.

Cek Gula Darah Cegah Kehadiran Diabetes

Mereka masih saja mengonsumsi makanan yang dapat menaikkan kadar gula darah, jarang berolahraga, dan lainnya karena menganggap bahwa hasil cek kesehatan tersebut masih biasa.

Padahal ketika seseorang memasuki masa pre-diabetes ketahuilah bahwa sebetulnya tubuh tengah berjuang memproses glukosa yang didapatkan dari makanan yang dikonsumsi.

Organ pankreas memproduksi insulin untuk memproduksi glukosa yang sangat diperlukan oleh sel darah. Namun, sel yang seharusnya mampu menyimpan glukosa tersebut mengalami gangguan, pada akhirnya glukosa tersebut malah masuk ke dalam aliran darah.

Orang yang mengalami pre-diabetes memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena serangan jantung, stroke, dan juga gangguan mata, termasuk juga peningkatan resiko penyakit diabetes sendiri.

Jika prosesnya dibiarkan terus berlanjut maka kemungkinan besar akan terus berkembang menjadi diabetes dan pada akhirnya menyebabkan gangguan organ tubuh lainnya.

Dalam sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Diabetes Prevention Program Clinical di Amerika Serikat, ditemukan bahwa orang-orang di Amerika Serikat yang mengalami pre-diabetes jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan penderita diabetes yang mencapai angka 23 jutaan.

Adapun angka kadar gula darah mereka setelah berpuasa ialah antara 100-125 miligram per desiliter (mg/dl). Dan lebih dari 12 juta jiwa diantaranya mengalami masalah kelebihan bobot tubuh.

Berbeda dengan mereka, orang-orang yang memiliki hasil tes pre-diabetes yang mampu menurunkan berat badannya berjumlah sekitar 7% dan dalam setiap harinya melakukan aktifitas fisik minimal selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu ternyata mampu mencegah terjadinya penyakit diabetes.

Begitu juga fakta yang menyebutkan bahwa orang-orang yang mampu mengubah kebiasaan hidupnya ternyata mampu mengerem resiko terkena penyakit diabetes tipe-2 sampai 60%. Bahkan sebagian orang ternyata mampu mengembalikan kadar gula darah ke keadaan normal seperti semula.

Waspadai pre-diabetes


Berikut ini merupakan hal-hal yang patut diwaspadai oleh mereka yang mengalami pre-diabetes:

  • Tes untuk mengetahui kadar gula dalam darah sebaiknya dilakukan dalam jangka 3 tahun sekali terutama bagi orang-orang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas).
  • Patut diketahui bahwa kadar gula dalam darah yang normal ialah 100 mg/dl jika dilakukan tes setelah berpuasa. Jika tes yang dilakukan hasilnya lebih tinggi, maka kemungkinan besar terkena diabetes. Dan hasil tes yang berada diantara nilai tersebut maka sudah termasuk dalam keadaan pre-diabetes.
  • Angka tekanan darah sekitar 140/90 atau lebih.
  • Jika pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,5 kg atau pernah mengalami gestational diabetes ketika masa kehamilan maka resiko menderita diabetes juga akan meningkat.

Apa itu DIABETES MELITUS?

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang timbul karena kadar gula dalam darah meningkat sehingga terjadi berbagai gejala klasik sebagai berikut:

Terasa lapar terus menerus
Sering haus dan lapar
Sering buang air kecil terutama malam hari
Cepat lelah
Berat badan turun drastis.
Penderita penyakit DM selayaknya menyadari bahwa penyakit ini termasuk golongan penyakit degeneratif yang sulit untuk disembuhkan.

Golongan Penyakit DM
Golongan penyakit DM yang tergantung insulin (IDDM). Tipe ini terdapat 1-2 % dari penderita DM
Golongan penyakit DM yang tidak tergantung insulin (NIDDM). Tipe ini yang terbanyak 90 %.
Tipe kedua berhubungan erat dengan faktor-faktor resiko:

Faktor keturunan
Kegemukan
Kurang olah raga
Terlalu banyak makan makanan mngandung tinggi lemak dan protein tinggi.
Cara Menegakkan Diagnosis
Melakukan pemeriksaan laboratorium.
Disebut DM bila: kadar gula darah puasa > 140 mg/dl. Kadar gula darah 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl.
Dinyatakan gula darah normal : bila gula darah puasa 60-126 mg/dl. Gula darah sewaktu atau 2 jam PP 60-180 mg/dl.
Prinsip Terapi
Melakukan perencanaan makanan yang tepat, olah raga yang cukup minimal 3 x seminggu, minum obat penurun gula darah, kontrol rutin (1 bln/kali -3 bln/kali).
Tujuan terapi: untuk mencapai tujuan gula darah 2 jam sehabis makan < 180 mg/dl, berat badan ideal, menghindari atau meringankan komplikasi penyakit yang lain.
Komplikasi Yang Sering Terjadi
Komplikasi adanya Gangguan arteri besar, seperti:
Infark jantung 3x lebih sering
Penyakit stroke 3x lebih sering
Ganggren kaki 60x lebih besar
Komplikasi/Penyulit antara lain:

Komplikasi akut: koma hipoglikemik, koma asidosis, koma hiperosmoral. Komplikasi kronik: pendarahan retina mata bisa menimbukan kebutaan, gangguan ginjal, gangguan syaraf tepi/perifer.

Faktor resiko yang memperberat penyakit pembuluh arteri besar adalah: obesitas, merokok, hipertensi, riwayat keluarga, hiperkolesterolmia, umur, diabetes yang sudah lama, hipertensi sistolik, hiperinsulinmia, bengkak akibat gangguan ginjal.

Komplikasi Penyakit Pada Kaki
Beberapa penyakit kaki yang sering diderita penderita DM antara lain ulkus kronik, gangren, kaki charcot. Jika penderita memiliki pembuluh darah tungkai menyempit dan adanya gangguan syaraf, akan memperberat resiko ini.

Cara Mengenal Adanya Kecenderungan Komplikasi Pada Kaki

Bila ada luka
Bila ada keluhan kram sewaktu berjalan dan keluhan tersebut hilang bila istirahat (klaudikasio).
Bila denyut pembuluh darah di kaki (A.Dorsalis Pedis dan A.Tibialis Posterior) berkurang
Gangguan syaraf: hilang rasa, kurang tenaga, kulit kering
Kelainan bentuk kaki (kaki charcot)
Ada riwayat ulkus pada kaki
Penglihatan berkurang
Bengkak karena gangguan ginjal
Sumber: pusat informasi kesehatan RS Tebet.